Bagi kalian yang telah memiliki Windows Original, tentu kalian telah mengerti betapa mahalnya harga dari setiap lisensi yang kalian miliki. Kita ambil contoh Windows XP mulai dari $103-$1,499. Windows 7 mulai dari $356 – $1,921. Ini baru harga dari OSnya saja. Bagaimana dengan software-software vital lainnya yang harus dimiliki seperti Office, Photoshop, Corel, dll. Tentu saja harga-harga tersebut sangat mencekik kantong kita :wow: (pengecualian bagi orang yang kelebihan uang, bahkan dia bingung bagaimana cara menghabiskan uangnya). Mungkin bagi sebagian orang, solusi dari permasalah ini adalah membeli CD bajakan yang bisa didapatkan di Glodok atau di Mangga Dua. Harganya hanya berkisar antara $1-$4. Waw, hanya 1% dari harga aslinya. Akan tetapi, melakukan perbuatan ini tidak berbeda dengan melakukan pencurian, lebih tepatnya pencurian terhadap karya orang lain. Oleh karena itu, opsi untuk memilih solusi ini jangan pernah Anda coba di rumah ataupun di tempat lain. Hanya boleh dilakukan oleh professional (yang sudah siap berdosa). :)
Solusi lain bagi masalah diatas adalah dengan berpindah menuju Linux (tolong jangan katakan, “Linux? Apaantuh?”). Ada beberapa alasan mengapa kita bisa menjadikan Linux sebagai opsi terbaik saat kita sudah cukup muak dengan Windows, yaitu:
1. Biaya
Tentu saja hal ini merupakan suatu alasan yang sangat penting. Seperti yang sudah saya ulas di atas. Linux yang berbasis GPL (General Public License) membuat para pengguna bebas mencopy, menyebarkan, meng-upgrade OS atau software-software pendukung sesuai dengan keinginan masing-masing. Berbeda dengan Windows. Kita harus memiliki lisensinya dahulu agar kita bisa menggunakan Windows di PC kita. Semua kode sumber pada Windows tertutup sehingga tidak mengizinkan kita untuk mengetahui atau memodifikasi sesuai dengan keinginan kita. Sebenarnya ini merupakan suatu hal yang wajar karena ini adalah trik dagang mereka.
2. Keamanan
Dengan menggunakan Linux, kita cenderung lebih (tidak pernah) jarang terkena virus. Mengapa begitu? Karena Linux memiliki sistem yang berbeda dengan Windows. Tentu saja virus Windows tidak mampu mengobrak-ngabrik Linux. Secanggih apapun antivirus yang dimiliki pada Windows, hacker akan terus berusaha mencoba untuk membobolnya. Lantas mengapa virus untuk Linux jarang didapati? Karena Linux adalah markas dari para hacker untuk berkreasi. Tentu saja, mereka tidak ingin merusak markas mereka sendiri.
3. Sudah cukup User Friendly
Mungkin pada saat awal-awal kemunculan Linux ke dunia, Linux sering dipandang dengan sebelah mata (entah mata kanan apa mata kiri) karena pengoperasiannya yang begitu rumit dan seolah-olah pengguna harus memiliki ilmu pemrograman dalam mengoperasikan Linux. Namun, zaman terus berkembang, begitu juga dengan Linux. Dengan menghadirkan GNOM dan KDE, Linux membawa tampilan berupa GUI (General User Interface) yang tentu saja, hampir sama dengan Windows. Mudah dan user friendly. Linux juga menyediakan Software Center dimana kita dapat memilih software yang kita inginkan kemudian sistem akan men-download-kan dan meng-install-kan untuk kita. Apakah kurang User Friendly?
4. Bisa berkreasi sesuai dengan kebutuhan kita.
Seperti yang sudah tertera diatas, OS dan software dari Linux bisa kita ubah kode pemrogramannya, karena memang Linux tidak melarang kita untuk merubahnya. Hal ini membuat kita bisa menyesuaikan kebutuhan dunia kerja/belajar kita dengan software-software yang tersedia di Linux. Selain itu, software-software yang ‘mirip’ dengan Windows pun sudah ada di Linux. Kalian butuh Ms.Office? OpenOffice sudah tersedia dan siap digunakan di Linux. Butuh aplikasi pengolah grafis? Gimp bisa menjadi pilihan utama. Fitur-fitur yang disediakan juga sudah cukup lengkap.
referensi:
- Hardiena, Anjar. "Catatan Kecil Tentang Migrasi ke Open Source." http://www.ahardiena.web.id/computer/catatan-kecil-tentang-migrasi-ke-opensource/ (18 Agustus 2011)
- Masyhury. "Alasan Mengapa Kita Harus Pindah Ke Linux!" http://masyhury.web.id/blog/2011/02/24/alasan-mengapa-kita-harus-pindah-ke-linux/ (18 Agustus 2011)


16.49
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar