27 Agustus 2011

Ubuntu

Di dunia open source, tentu kita tidak asing lagi dengan sebuah sistem operasi yang bernama Linux. Linux merupakan sistem operasi open source yang memungkinkan para penggunanya untuk mengembangkan sistem operasi atau distro Linux tersebut, dan tentu saja sistem operasi atau yang biasa di sebut distro Linux ini sebagian besar gratis. Ada banyak macam distro Linux yang tersedia, ada Debian, Redhat, Ubuntu, Fedora, Xandros dan masih banyak lagi yang lainnya. Kali ini saya akan membahas khusus membahas tentang Ubuntu, sebuah distro Linux yang banyak di gunakan saat ini.

Ubuntu merupakan salah satu distro Linux yang paling populer saat ini. Ubuntu berasal dari bahasa kuno Afrika yang berarti rasa perikemanusiaan terhadap semua manusia. Ubuntu ini memiliki filosofi yaitu perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya, harus dapat digunakan dengan bahasa local masing-masing, dapat digunakan oleh orang-orang yang memiliki keterbatasan dan memungkinkan pengguna untuk mengubah sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Ubuntu dirilis pertama kali tahun 2004 yaitu versi 4.1 dengan codename warty warthog. Sampai saat ini Ubuntu telah dirilis sebanyak 14 versi, dengan versi terakhir 11.4 dengan codename Natty Narwhal. Ubuntu dirilis untuk Desktop, Server dan Netbook, yang masing-masing memiliki fitur yang agak berbeda satu sama lain. Ubuntu menyediakan lebih dari 16000 software, dan juga menyertakan semua software standar untuk desktop.

Ubuntu disenangi oleh para pengguna karena kebebasannya untuk dieksplorasi dan juga dapat didapat dengan gratis. Selain itu driver-driver untuk Ubuntu juga sudah lumayan lengkap sehingga tidak ada lagi masalah hardware yang tidak bisa digunakan karena ketiadaan driver. Ubuntu ini sangat cocok untuk para pengguna yang ingin mengeksplorasi sistem operasi tanpa diganggu oleh hal-hal yang dikunci seperti pada sistem operasi berbayar. Ubuntu juga cocok untuk pelajar/mahasiswa untuk belajar tentang IT karena Ubuntu dapat didapat secara gratis yang tentu saja sangat berarti bagi pelajar/mahasiswa yang notabene memiliki uang yang terbatas.

referensi:

Curhatku, Dan Analogi Open Source Software

Beberapa waktu lalu saat saya mulai mengenal Open Source Software (OSS) khususnya Linux, saya sering bertanya pada salah seorang kerabat saya yang mahir dalam hal-hal Open Source Software khususnya Linux. Namanya adalah Mas Agung. Banyak hal yang saya tanyakan, karena saya yang  newbie ini belum mengetahui banyak hal mengenai Open Source Software dan Linux. Bukan berarti saya berniat menghujani Mas Agung dengan berbagai macam pertanyaan-pertanyaan, niat saya hanyalah untuk mendapatkkan lebih banyak ilmu tentang Open Source Software, dan Mas Agung memang menyarankan agar saya banyak bertanya, baik itu di forum online atau langsung bertemu dengannya. Intinya, ia sangat senang pada siapapun yang berniat mempelajari dan tentunya juga mempelajari Open Source Software itu. Tentu saja ia tidak suka pada seseorang yang hanya berniat mempelajari Open Source tapi tidak melaksanakannya. :D

Dari banyak pertanyaan yang saya lontarkan, ada satu pertanyaan yang menurutnya merupakan pertanyaan kritis. Maaf, bukan bermaksud menyombongkan diri, tapi memang seperti itulah katanya. Hal ini bagus karena (menurutnya) aku tidak menelan mentah-mentah semua yang dikatakannya. Pertanyaan itu adalah, “Jika sebuah rumah dianalogikan sebagai software dan kode sumber dianalogikan sebagai kuncinya, maka bukankah dengan adanya Open Source Software kita seperti memberikan kunci rumah itu secara gratis dan cuma-cuma kepada siapapun sehingga semua orang bebas memasukinya, bahkan seorang pencuri sekalipun?”

Mas Agung menjawab bahwa hal itu kurang tepat, karena saya belum benar dalam menganalogikannya (ia memang mengatakan bahwa saya belum benar, bukannya salah :D). Apa alasannya?

Alasan pertama adalah penganalogian rumah sebagai software dan kode sumber sebagai kunci. Yang perlu kita ketahui adalah perbedaan analogi rumah dengan software. Rumah bukanlah sebuah perangkat yang digunakan untuk kepentingan orang banyak, sedangkan software adalah perangkat yang digunakan oleh orang banyak. Akan lebih tepat jika kita kita menganalogikan rumah sebagai jembatan. Dalam Open Source Software, semua orang diberi kebebasan (kunci) untuk menggunakan jembatan itu (padahal Open Source Software memperbolehkan lebih dari sekedar menggunakan, bahkan memodifikasi. Tapi secara sederhana cukup menggunakan saja). Sedangkan dalam Non Open Source Software atau proprietary software tidak demikian. Untuk penggunaan jembatan itu saja kita diharuskan untuk memiliki kunci, padahal kunci jembatan itu hanya dimiliki oleh si pemilik jembatan. Untuk mendapatkannya, tentu kita harus membayar dalam jumlah tertentu.

Alasan kedua yaitu, dengan semakin bebasnya orang-orang dalam menggunakannya, maka otomatis akan semakin banyak pula yang mengawasi. Bandingkan dengan proprietary software yang hanya diawasi oleh tim pengembang dari perusahaan produsen, karena itu adalah software milik perusahaan itu dan lisensinya pun atas nama perusahaan itu, sehingga perkembangan software pun menjadi kurang cepat. Perbaikan pada bugs, hole, atau backdoor juga berjalan lambat. Pada Open Source Software, penggunaan dan pengembangan software diawasi oleh banyak orang dari seluruh dunia, karena software itu adalah milik bersama, milik semua orang dan lisensinya pun atas nama semua orang atau yang biasa disebut dengan GPL (General Public Lisence), sehingga perkembangan software relatif lebih cepat.  Perbaikan pada bugs, hole, atau backdoor juga berjalan lebih cepat.

Itulah alasan mengapa walaupun terbuka, Open Source Software tetap aman untuk digunakan. Sebetulnya ada alasan lain, tapi Mas Agung mengatakan bahwa saya mungkin belum bisa mengerti maksudnya, sehingga ia pun belum akan mengatakannya, Mungkin ada suatu saat nanti ketika saya akan mengetaui semuanya, aku tunggu jawabanmu Mas Agung. . . :D

referensi: Mas Agung :)

20 Agustus 2011

Pindah Ke Linux? Kenapa Enggak?

Bagi kalian yang sudah setia-mati menggunakan Windows, tak perlu lagi bercapek-capek untuk membaca artikel ini, karena sesungguhnya artikel ini dibuat untuk menghasut kalian agar terbuka matanya terhadap sesuatu yang berbau open source (terutama Linux). Saya menganggap kalian sudah mengerti tentang apa itu open source sehingga saya tidak perlu mengulang lagi pada artikel ini (capek, masbro).

Bagi kalian yang telah memiliki Windows Original, tentu kalian telah mengerti betapa mahalnya harga dari setiap lisensi yang kalian miliki. Kita ambil contoh Windows XP mulai dari $103-$1,499. Windows 7 mulai dari $356 – $1,921. Ini baru harga dari OSnya saja. Bagaimana dengan software-software vital lainnya yang harus dimiliki seperti Office, Photoshop, Corel, dll. Tentu saja harga-harga tersebut sangat mencekik kantong kita :wow: (pengecualian bagi orang yang kelebihan uang, bahkan dia bingung bagaimana cara menghabiskan uangnya). Mungkin bagi sebagian orang, solusi dari permasalah ini adalah membeli CD bajakan yang bisa didapatkan di Glodok atau di Mangga Dua. Harganya hanya berkisar antara $1-$4. Waw, hanya 1% dari harga aslinya. Akan tetapi, melakukan perbuatan ini tidak berbeda dengan melakukan pencurian, lebih tepatnya pencurian terhadap karya orang lain. Oleh karena itu, opsi untuk memilih solusi ini jangan pernah Anda coba di rumah ataupun di tempat lain. Hanya boleh dilakukan oleh professional (yang sudah siap berdosa). :)

Solusi lain bagi masalah diatas adalah dengan berpindah menuju Linux (tolong jangan katakan, “Linux? Apaantuh?”). Ada beberapa alasan mengapa kita bisa menjadikan Linux sebagai opsi terbaik saat kita sudah cukup muak dengan Windows, yaitu:

1.     Biaya
Tentu saja hal ini merupakan suatu alasan yang sangat penting. Seperti yang sudah saya ulas di atas. Linux yang berbasis GPL (General Public License) membuat para pengguna bebas mencopy, menyebarkan, meng-upgrade OS atau software-software pendukung sesuai dengan keinginan masing-masing. Berbeda dengan Windows. Kita harus memiliki lisensinya dahulu agar kita bisa menggunakan Windows di PC kita. Semua kode sumber pada Windows tertutup sehingga tidak mengizinkan kita untuk mengetahui atau memodifikasi sesuai dengan keinginan kita. Sebenarnya ini merupakan suatu hal yang wajar karena ini adalah trik dagang mereka.

2.    Keamanan
Dengan menggunakan Linux, kita cenderung lebih (tidak pernah) jarang terkena virus. Mengapa begitu? Karena Linux memiliki sistem yang berbeda dengan Windows. Tentu saja virus Windows tidak mampu mengobrak-ngabrik Linux. Secanggih apapun antivirus yang dimiliki pada Windows, hacker akan terus berusaha mencoba untuk membobolnya. Lantas mengapa virus untuk Linux jarang didapati? Karena Linux adalah markas dari para hacker untuk berkreasi. Tentu saja, mereka tidak ingin merusak markas mereka sendiri.

3.    Sudah cukup User Friendly
Mungkin pada saat awal-awal kemunculan Linux ke dunia, Linux sering dipandang dengan sebelah mata (entah mata kanan apa mata kiri) karena pengoperasiannya yang begitu rumit dan seolah-olah pengguna harus memiliki ilmu pemrograman dalam mengoperasikan Linux. Namun, zaman terus berkembang, begitu juga dengan Linux. Dengan menghadirkan GNOM dan KDE, Linux membawa tampilan berupa GUI (General User Interface) yang tentu saja, hampir sama dengan Windows. Mudah dan user friendly. Linux juga menyediakan Software Center dimana kita dapat memilih software yang kita inginkan kemudian sistem akan men-download-kan dan meng-install-kan untuk kita. Apakah kurang User Friendly?

4.    Bisa berkreasi sesuai dengan kebutuhan kita.
Seperti yang sudah tertera diatas, OS dan software dari Linux bisa kita ubah kode pemrogramannya, karena memang Linux tidak melarang kita untuk merubahnya. Hal ini membuat kita bisa menyesuaikan kebutuhan dunia kerja/belajar kita dengan software-software yang tersedia di Linux. Selain itu, software-software yang ‘mirip’ dengan Windows pun sudah ada di Linux. Kalian butuh Ms.Office? OpenOffice sudah tersedia dan siap digunakan di Linux. Butuh aplikasi pengolah grafis? Gimp bisa menjadi pilihan utama. Fitur-fitur yang disediakan juga sudah cukup lengkap.

Jadi, punya satu alasan tepat untuk pindah ke Linux? Aku punya empat...

referensi:

Apa Sih Open Source Itu?

Open source (sumber terbuka) adalah sistem pengembangan yang mengambil model ala bazaar, dimana polanya memberi dorongan kepada suatu komunitas untuk berbagi. Open source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan namun tetap bertanggung jawab.

Konsep open source
Pada intinya konsep open source adalah membuka "kode sumber" dari sebuah perangkat lunak. Pada awalnya, nggak terasa aneh karena open source sendiri merupakan kunci dari perangkat lunak tersebut.

Apa bedanya open source dengan perangkat lunak gratis?

Perangkat lunak terbuka maupun perangkat lunak gratis sama-sama dapat diperoleh dan didistribusikan secara bebas, yang membedakannya hanyalah dimana  perangkat lunak gratis yang tidak boleh dilihat kode aslinya, dan perangkat lunak sumber terbuka dapat dibaca kode-kode pemrograman sesuai aslinya. Kode perangkat lunak sumber terbuka juga dapat dimodifikasi sesuai keinginan pengguna.


Skema lisensi perangkat lunak sumber terbuka, Open Source Software (OSS)


Jenis Penggunaan OSS
Lisensi OSS yang dapat dipergunakan
Tidak mengubah source code
Semua jenis lisensi OSS (GPL, BSD, MPL, LGPL, Lisensi MIT)
Mengubah source code untuk kebutuhan
Internal
Semua jenis lisensi OSS (GPL, BSD, MPL, LGPL, Lisensi MIT)
Mengubah source code dan mendistribusikan
sebagai OSS
Semua jenis lisensi OSS (GPL, BSD, MPL, LGPL, Lisensi MIT)
Mengubah source code dan mendistribusikan
sebagai proprietary software
BSD, Lisensi MIT
Menggunakan OSS sebagai salah satu komponen/library software yang didistribusikan sebagai proprietary software
BSD, MIT License, LGPL


 
Indonesia Go Open Source!

Indonesia ga mau kalah ni, sekarang sudah mulai menggalang program Go Open Source! Macem Go Green! aje hehe :D Tujuannya untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas bersama.


Di Indonesia sendiri, sekarang sudah banyak diadakan talkshow dan seminar-seminar yang membahas masalah open source, tujuannya untuk  mengenalkan sistem ini kepada masyarakat luas.



referensi:

Open Source Video Game

Bosen? Bete? Kurang kerjaan? Ingin bersenang senang tanpa mengeluarkan biaya? Silahkan mencoba open source video game.

Berbeda dengan bayangan kita selama ini, ternyata open source tidak hanya terdapat pada program-program dan aplikasi yang serius, video game juga termasuk dalam varian open source. Sebagian besar video game open source ini bebas didistribusikan. Sebagian dari mereka juga merupakan game multi platform. Walaupun dari segi grafis video game open source masih kalah dari video game yang dikeluarkan publisher terkenal seperti Electronic Arts, Konami, dan Eidos, ragam video game open source ini cukup banyak. Banyak game open source yang diperuntukan untuk OS berbasis Linux.

Salah satu video game open source yang cukup terkenal adalah Warzone 2100 dan Tremulous.

  

Warzone 2100 awalnya bukan merupakan game open source. Game bergenre RTS (Real Time Strategy) ini adalah game komersil yang dirilis pada tahun 1999. Namun, pada tahun 2004, Warzone 2100 menjadi game open source  setelah Eidos, pengembang Warzone 2100, melepaskan lisensinya dibawah GNU General Public License. 

picture source:
 

19 Agustus 2011

Garuda di Komputerku, Garuda Kebanggaanku

Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak rakyat Indonesia yang menggunakan Operating System (OS) buatan luar negeri yang ilegal, alias bajakan. Namun nampaknya sekarang kita patut berlega hati karena para Garuda muda Indonesia telah berhasil membuat sebuah OS bernama Garuda OS.

Garuda OS di-launching bersamaan dengan momen peringatan kebangkitan nasional. Hal ini diharapkaan dapat menjadi momentum untuk kebangkitan Indonesia di bidang Informasi dan Teknologi.

“Kemandirian (TI) Indonesia tidak akan pernah terwujud selama kita tidak berani bangkit untuk melakukan perubahan. Agar bisa mandiri, kita harus mulai berani untuk melepaskan diri dari belenggu software bajakan dan beralih ke software legal buatan lokal,” demikian yang tertulis di website Garuda OS.

Garuda OS sendiri merupakan sebuah operating sistem berbasis open source. Interface dari Garuda OS cukup menawan dan juga friendly. Yang menarik lagi, OS ini dapat mendukung penggunaan sebuah format dokumen yaitu SNI (Standar Nasional Indonesia). OS ini juga sangat aman dari gangguan virus-virus komputer, dan terdapat juga bahasa Indonesia sebagai sistem operasinya.

Untuk aplikasi-aplikasinya, kita tidak perlu khawatir karena OS ini sudah dilengkapi dengan berbagai aplikasi yang akan sangat berguna antara lain:

Perkantoran :
  • LibreOffice 3.3: disertai kumpulan ribuan clipart, kompatibel dengan MS Office dan mendukung format dokumen SNI (Standar Nasional Indonesia)
  • Scribus: desktop publishing (pengganti Adobe InDesign, Page Maker)
  • Dia: diagram/ flowchart (pengganti MS Visio)
  • Planner: manajemen proyek (pengganti MS Project)
  • GnuCash, KMyMoney: program keuangan (pengganti MYOB, MS Money, Quicken)
  • Kontact: Personal Information Manager/ PIM
  • Okular, FBReader: universal document viewer
Internet :
  • Mozilla Firefox 4.0.1, Chromium, Opera: web browser (pengganti Internet Explorer)
  • Mozilla Thunderbird: program email (pengganti MS Outlook)
  • FileZilla: upload download / FTP
  • kTorrent: program bittorrent
  • DropBox: Online Storage Program (free 2 Gb)
  • Choqok, Qwit, Twitux, Pino: aplikasi microblogging
  • Google Earth: penjelajah dunia
  • Skype: video conference / VOIP
  • Gyachi, Pidgin: Internet messenger
  • xChat: program chatting / IRC
  • Kompozer, Bluefish: web / html editor (pengganti Dreamweaver)
  • Miro: Internet TV
Multimedia :
  • GIMP: editor gambar bitmap (pengganti Adobe Photoshop)
  • Inkscape: editor gambar vektor (pengganti CorelDraw)
  • Blender: Animasi 3D
  • Synfig, Pencil: Animasi 2D
  • XBMC: multimedia studio
  • kSnapshot: penangkap gambar layar
  • Digikam: pengelola foto digital
  • Gwenview: Photo Viewing Client
  • Amarok: audio player + Internet radio
  • Kaffeine: video / movie player
  • TVtime: television viewer
  • Audacity: audio editor
  • Cinelerra, Avidemux: video editor
Edukasi :
  • Matematika: aljabar, geometri, plotter, pecahan
  • Bahasa: Inggris, Jepang, permainan bahasa
  • Geografi: atlas dunia, planetarium, kuis
  • Kimia: tabel periodik
  • Logika Pemrograman
Administrasi Sistem :
  • DrakConf: Computer Control Center
  • Synaptic: Software Package Manager
  • Samba: Windows sharing file
  • Team Viewer: remote desktop & online meeting
  • Bleachbit: pembersih sistem
  • Back in Time: backup restore sistem
Program Bantu :
  • Ark: program kompres file (pengganti Winzip, WinRar)
  • K3b: pembakar CD/DVD (pengganti Nero)
  • Dolphin: file manager
  • Cairo Dock: Mac OS menu dock
  • Compiz Fusion + Emerald
  • Emulator DOS + Windows
Selain aplikasi-aplikasi di atas, untuk mengusir kejenuhan kita, Garuda OS juga menyediakan game-game di dalamnya, antara lain:
  • 3D Game Maker
  • Mahjong, Tetris, Rubik, Billiard, Pinball, BlockOut, Sudoku, Reversi
  • Solitaire, Heart, Domino, Poker, Backgammon, Chess, Scrabble
  • Frozen Bubble, Flight Simulator, Tron, Karaoke
  • City Simulation, Fighter, Doom, Racing, Tremulous FPS
  • DJL, Play on Linux, Autodownloader – game manager / downloader
Untuk informasi lebih lengkap tentang Garuda OS, langsung saja kunjungi situs resmi Garuda OS di www.garudaone.com. Dukung terus perkembangan software-software lokal. Hidup Indonesia!

referensi: 

BlankOn Sajadah

BlankOn, sistem operasi lokal berbasis Linux yang dikembangkan Yayasan Penggerak Linux Indonesia, kini mengembangkan varian BlankOn yang sangat cocok digunakan oleh kalangan muslim.  Varian terbarunya ini memuat berbagai aplikasi islami seperti Al-Qur’an terjemah, pengingat waktu sholat, kalender Hijriyah, dan masih banyak lagi.  Inilah yang disebut BlankOn Sajadah.



BlankOn Sajadah ini dirilis pada 5 Juli 2010 dan tentunya, sebagai distro Linux Indonesia, sistem operasi ini dapat diunduh secara gratis tanpa biaya sedikitpun atau lisensi apapun. BlankOn Sajadah menggunakan basis BlankOn 6.0 Ombilin sehingga memuat fitur-fitur dasar yang terdapat pada BlankOn 6.0 Ombilin edisi reguler.


Berikut adalah fitur-fitur islami pada BlankOn Sajadah:
  • QiOO:  Al Quran di OpenOffice
  • Zekr: Al Qur'an terjemah dan suara tartil daring dan luring - online/offline (6.1)
  • Othman Quran dan Noor: Peramban Al Quran
  • Minbar: Pengingat waktu sholat
  • Peramban Internet Chromium
  • Peramban Internet Firefox + Add-ons penginat sholat dan webstrict (6.1 dihilangkan)
  • Stellarium: aplikasi melihat tata surya/ planetarium
  • Dukungan penulisan huruf arab
  • Penyaring konten negatif webstrict dan sguardian (6.1 dihilangkan)
  • DNS Nawala: DNS Penyaring domain berkonten negatif
  • Hijra: Kalender Islam
  • Monajat: Aplet penampil doa-doa
  • Thawab: Ensiklopedi dan penampil ebook hadis dan kitab
  • Hadis-Web: Kumpulan hadis-hadis Bukhori, Muslim, dll


 Dan berikut adalah beberapa screen shoot BlankOn Sajadah







Tertarik? Silahkan unduh di sini. Mari kita dukung hasil karya anak bangsa dan gunakan OS (Operating System) asli dan legal.
Selamat mencoba!

referensi:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCPenney Coupons